Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Peradaban Majapahit, Sumpah Palapa Gajah Mada

Tipsseo.net - Salah satu daripada tokoh yang cukup terkenal sampai dengan saat ini pada akhir masa kerajaan Hindu Budha adalah Patih Gajah Mada.  Dikenal menjadi salah satu tokoh yang membawa peradaban Majapahitmenuju kejayaannya.  Patih Gajah Mada juga dikenal sebagai seorang Patih dengan Sumpah Palapa yang telah terucap.  Lalu sebenarnya apa tujuan dari Patih Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa itu?

peradaban Majapahit
peradaban Majapahit

Mari Menilik Bagaimana Asal Usul Dari Mahapatih Gajah Mada

Gajah Mada Sebelum Menjadi Patih

Bisa dibilang jikalau peradaban Majapahit sendiri adalah salah satu dari pada Kerajaan paling besar di nusantara yang letaknya tepat berada di  wilayah Jawa Timur. Tidak hanya rajanya saja yang terkenal tapi patih kerajaan itu juga sudah cukup terkenal yaitu Patih Gajah Mada.  Patih Gajah Mada sendiri lahir pada tahun 1290.  Semasa mudanya Patih Gajah Mada telah menjadi seorang yang ahli beladiri dan berilmu tinggi. simak juga tentang sejarah Soekarno

Bayangkan saja semenjak usianya sudah menginjak 19 tahun. Sosok berwibawa ini telah berhasil  menyelamatkan Prabu Jayanegara dari Kerajaan Majapahit.  Kemudian pada tahun 1319  Gajah Mada telah berhasil diangkat menjadi Patih Kahuripan dan 2 tahun setelah itu kemudian dianggap sebagai Patih Kediri.  sebelum Gajah Mada menjadi Patih peradaban Majapahit pernah kala itu Gajah Mada menolak tawaran Aryo tadah.

Aryo tadah sendiri adalah patih dari kerajaan Majapahit sebelumnya.  Kemudian setelah itu di tahun 1329 Aryo tadah sudah menunjuk Gajah Mada sebagai Patih Majapahit untuk dapat menggantikannya. Tapi penunjukan itu kemudian ditolak oleh gajah mada. Ternyata alasan dari Gajah Mada sendiri menolak tawaran tersebut karena Gajah Mada ingin membuktikan terlebih dahulu Bagaimanakah pengertiannya terhadap Kerajaan Majapahit.

Timbul Keinginan Dari Gajah Mada Ingin Menggantikan Pemberontakan Sadeng Dan Keta

Menjadi Patihnya Gajah Mada Dan Berucap Sumpah Palapa

Pada tahun 1334 Gajah Mada diangkat menjadi Patih peradaban Majapahit. Hal tersebut terjadi setelah Gajah Mada berhasil menghentikan pemberontakan Sadeng dan keta. Kemudian pada tahun 1336 Gajah Mada pernah berucap sebuah Sumpah yang begitu terkenal Sampai dengan saat ini dengan sebutan Sumpah Palapa. 

Pada Sumpah Palapa itu sendiri memang didalamnya berisikan janji bahwa Gajah Mada tidak akan memakan buah Palapa sebelum ia berhasil menguasai nusantara Adapun memang tujuan dari Patih Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa itu adalah untuk mempersatukan pulau-pulau yang ada di nusantara. 

Berkat kegigihan yang dilakukan oleh Patih Gajah Mada dalam mempersatukan pulau itu, maka peradaban Majapahit pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk berhasil mencapai masa kejayaannya.Kepemimpinan Majapahit di tangan raja Hayam Wuruk sendiri yaitu pada tahun 1350 sampai dengan 1389. 

Sedangkan pada kitab Negarakertagama tak disebutkan di sana Bang laksana Majapahit yang berkuasa di hampir sama dengan luas wilayah Indonesia saat ini bahkan karena itu sampai ke negara-negara tetangga.  Ini mengartikan bahwasanya Patih Majapahit benar-benar berjuang dalam mempersatukan nusantara yang mana juga berpengaruh pada bersatunya wilayah Indonesia Sampai dengan saat ini.

Babad Gajah Mada

Bisa dibilang pada salah satu kisah peradaban Majapahit, babat Gajah Mada sendiri adalah karya sastra Bali di masa berikutnya yang mana diceritakan jikalau seorang pendeta Budha yang bernama mpu sura Dharma Yogi  yang mempunyai istri bernama patni nari ratih. Ia adalah istri yang memang telah diberikan oleh gurunya Mpu Raga Gunting atau yang dijuluki sebagai Mpu Sura Dharma Wiyasa.

Mpu surat Dharma Yogi kamu dan membuat di sebelah selatan lembah tulis sebuah huma sedangkan patni nariratih tetap untuk dapat tinggal di pertamanan, Nari Ratih sendiri tentunya hanya satu kali saja menengok sang suami yang terus menerus berada huma yang baru dibuat.  Kemudian setelah itu dikarenakan parasnya yang cantik Dewa Brahma jatuh cinta kepada patni nari ratih, sehingga suatu pada saat patni diperkosa oleh Dewa Brahma dikubur yang sepi. 

Berdasarkan cerita peradaban Majapahit, peristiwa tersebut diadukan kepada sang suami sehingga akhirnya mereka pergi mengembara selama berbulan-bulan lamanya.  Pada saat kondisi sang jabang bayi dalam kandungan telah waktunya untuk lahir kemudian mereka tiba di desa ada yang berlokasi di kaki gunung Semeru.  Kemudian sang bayi laki-laki lahir dari kandungan patni dengan diiringi peristiwa alam yang cukup mengejutkan. 

Dikatakan menandakan bahwasannya sang jabang bayi nantinya akan menjadi seorang tokoh penting.  kemudian ke pengasuhan bayi laki-laki tersebut diserahkan oleh Kepala Desa Mada. Sedangkan kedua orang tua dari si jabang bayi pergi bertapa di puncak gunung lambang untuk dapat memohon kejayaan dan keselamatan bagi si jabang bayi. 

Permohonan tersebut dikabulkan oleh Dewata Dengan mengatakan bahwasannya nanti si jabang bayi akan menjadi seorang yang cukup dikenal di seluruh Nusantara. Setelah bertahun-tahun berlalu maka Patih peradaban Majapahit kala itu datang ke desa Mada dan dengan serta merta mengajak anak dari kepala desa yang bernama Mada.

Pada saat itu Mada sudah mulai menginjak dewasa untuk ikut ke Kerajaan Majapahit dan mengabdikan diri kepada raja. Kemudian Mahapatih Majapahit kala itu menikahkan Mada dengan putrinya yang bernama ken bebed,  yang kemudian Membantu Gajah Mada sendiri untuk dapat menggantikan kedudukan sebagai seorang Mahapatih amangkubhumi Majapahit.

Kemudian setelah itu karena Mahapatih Amangkubhumi Mada Majapahit telah berhasil untuk berkembang yang kekuasaannya sampai dengan banyak sekali raja dari Pulau Jawa yang tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Babad Arung Bondan

Adapun memang kitab Jawa pertengahan babad Arum Bondan sendiri telah menawarkan penjelasan yang cukup bertentangan tentang asal usul dari Mahapatih Gajah Mada.  Dikisahkan peradaban Majapahit dalam kitab itu bahwasannya Patih Gajah Mada sendiri merupakan anak dari Patih logender.  Di kisahkan juga di dalam kisah tersebut bahwa logender telah menjadi seorang Patih Ratu Majapahit yang bernama Ratu Kenya.

Pararaton

krtarajasa jayawardhana atau jika didalam pararaton Sendiri lebih dikenal dengan Raden Wijaya,  dikenal sebagai sosok yang mempunyai beberapa pengikutnya yang setia.   merekalah yang mengiringi Raden Wijaya dalam pengungsiannya dan membuka hutan dan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan Majapahit.  Adapun pengikut-pengikut tersebut adalah Lembusora, ranggalawe, nambi, pedang dangdi, gajah pagon  dan lain sebagainya.

Kemudian dikisahkan pada peradaban Majapahit, salah satu daripada pengiring Raden Wijaya sendiri bernama gajah Pagon sedang  terluka dikarenakan tombak yang terkenal di pahanya tersebut ketika berperang melawan pengikut jayakatwang dari Kadiri. Tapi memang walaupun dalam kondisi terluka gajah pagon sendiri masih tetap berkelahi dengan melawan orang-orang Kadiri  yang kala itu mengejar-ngejar rombongan Raden Wijaya.

Pada saat tentara Kediri tersebut dihalau kemudian rombongan Raden Wijaya masuk ke dalam hutan di daerah Talaga pager. kemudian setelah itu mereka memutuskan untuk dapat menuju ke desa pandakan dan disambut oleh Kepala Desa bernama macan kuping. Di desa inilah kemudian Raden Wijaya disuguhkan kelapa muda yang setelah habis juga berisi nasi putih. simak juga tentang Kisah Fatmawati

Setelah itu kemudian perjalanan dilanjutkan Menuju Pulau Madura dan meminta bantuan kepada Arya wiraraja. tapi dikarenakan luka yang dideritanya maka gajah pagon harus rela untuk ditinggalkan di desa pandakan. Itulah sepenggal dari  sejarah peradaban Majapahit, asal usul dari Gajah Mada, Gajah Mada terkenal sebagai sosok patih yang berwibawa yang berhasil menyatukan Nusantara dengan Sumpah Palapa yang begitu terkenal sampai dengan saat ini.

Post a Comment for "Peradaban Majapahit, Sumpah Palapa Gajah Mada"