Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Menilik 4 Peninggalan Sunan Gresik sebagai Kholifah Islam Nusantara

  Peninggalan Sunan Gresik merupakan salah satu sejarah Indonesia yang menarik untuk dipelajari. Indonesia adalah negara yang diketahui sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Hal ini tentu menjadi suatu alasan mengapa banyak sekali persebaran sejarah Islam di nusantara, dan mungkin pernah terbesit di benak Anda mengenai sejarah islam dan segala peninggalannya.

Salah satunya adalah sejarah Sunan Gresik sebagai bagian dari sejarah Islam yang merupakan aspek pengikat kekuatan umat agar tetap rukun dan damai. Mengingat bahwa sejarah merupakan salah satu khazanah keilmuan, maka akan sangat bermanfaat bagi Anda mengetahui ulasan singkat berikut ini. 

 

Peninggalan Sunan Gresik

Mengenal Lebih Dekat Sunan Gresik

Sebelum mengulas lebih dalam mengenai peninggalan Sunan Gresik, sebaiknya Anda mengenal dan mengetahui profil Sunan Gresik terlebih dahulu. Beberapa sumber menerangkan bahwa Sunan Gresik lahir di Asia Tengah, di negara Uzbekistan. Tepatnya pada awal abad ke-14, Sunan Gresik lahir di suatu kota bernama Samarkand. Ia tumbuh dan besar di sana. Sampai kemudian pada 1404 M, ia sampai di nusantara.

Sesampainya di nusantara, Sunan Gresik menjadi seorang tokoh islam yang menyebarluaskan Islam di tanah Jawa. Ia adalah salah satu dari 9 tokoh Walisongo (Walisanga/Sembilan Wali). Pada saat Sunan Gresik berada di tanah Jawa, kerajaan yang tengah memimpin adalah kerajaan Majapahit. Sunan Gresik memiliki beberapa nama panggilan lain, seperti Syekh Maghribi, Maulana Malik Ibrahim, Mahkdum Ibrahim As-Samaarqandi, dan Syekh Ibrahim Asmarakandi.

Ketika berbicara mengenai peninggalan Sunan Gresik, kebanyakan orang, mungkin pula termasuk Anda akan berpikir terlebih dahulu mengenai tempat pemakaman Sunan Gresik. Jika Anda ingin mengunjungi makan Sunan Gresik, maka Anda dapat mendatangi Jawa Timur. Sunan Gresik tepatnya dimakamkan di suatu komplek pemakaman yang berada dekat alun-alun Kota Gresik, di Desa Gapurosukolilo, Jawa Timur. 

Jejak Sejarah Peninggalan Sunan Gresik

Sepanjang perjuangannya menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, Sunan Gresik banyak meninggalkan jejak-jejak dakwahnya. Jejak tersebut dapat dilihat dari beberapa bukti bersejarah yang masih dapat dilihat hingga saat ini. Berikut ini adalah beberapa peninggalan Sunan Gresik yang dapat ditemui hingga saat ini. 

Masjid Pasucian

Salah satu bukti sejarah dari peninggalan Sunan Gresik yang cukup terkenal adalah Masjid Pasucian. Masjid merupakan tempat ibadah umat islam, Pasucian merupakan kata yang diambil dari kata ‘suci’ atau bersih. Sehingga Masjid Pasucian dapat dipahami sebagai tempat ibadah orang islam untuk menyucikan diri.

Sunan Gresik pada perjalanannya, bukan hanya berjasa menyebarkan islam, namun juga memberikan sumbangan materiil berupa tempat ibadah bagi umat islam pada masa itu. Masjid Pasucian banyak dikunjungi oleh umat islam yang ingin melihat secara langsung bukti-bukti sejarah Islam di nusantara. Dengan melihat langsung bukti dan jejak sejarah, Anda akan lebih mudah merasakan aura keislaman yang ada pada masa lampau.

Air Sumur Masjid Pasucian

Masih di lingkungan Masjid Pasucian, Anda dapat menemukan suatu tempat yang terdapat Air Sumur. Masyarakat sekitar percaya bahwa air sumur di Masjid Pasucian peninggalan Sunan Gresik ini bukan sembarang air. Air sumur ini memiliki manfaatnya tersendiri seperti untuk menyembuhkan penyakit. Penduduk sekitar pun mengamini bahwa berbagai penyakit dapat disembuhkan dengan air sumur di Masjid Pasucian.

Sumur yang terdapat di Masjid Pasucian memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga dapat menjangkau air tanah lebih dalam. Oleh sebab itu, apabila Anda mencoba meminum air sumur ini, maka akan terasa tawar, segar dan bersih. Konon, Sunan Gresik adalah seorang yang cukup pintar dibidang pertanian, perdagangan, hingga pembangunan, sehingga mengerti tentang pembuatan sumur yang bermanfaat bagi masyarakat.

Batu Arsenik

Peninggalan Sunan Gresik berikutnya adalah batu arsenik. Batu Arsenik sendiri merupakan suatu jenis bebatuan indah yang mengandung senyawa kimia arsenik. Disebut batu arsenik pada jaman Sunan Gresik karena dipinjam dari bahasa Persia yakni Zarnik, yang berarti ‘orpiment kuning’. Lalu dalam bahasa Yunani, ‘Zarnik’ berarti ‘arsenikon’. 

Batu Arsenik dikenal secara luas dapat digunakan sebagai ornamen. Batu-batu arsenik ini banyak ditemui di sekitar Masjid Pasucian. Batu arsenik yang memiliki warna cantik ini ditaruh di samping, belakang, dan di beberapa sisi masjid. Namun, terdapat satu batu arsenik yang istimewa. Batu arsenik tersebut terletak di depan masjid dan memiliki ukuran yang sangat besar. Konon, batu ini adalah tempat di mana kapal Raja Carmain berlabuh. 

Kesan yang Ditinggalkan dari Sosok Sunan Gresik

Selain memberikan peninggalan berupa materil, barang-barang, dan juga jejak bersejarah lainnya, karakter Sunan Gresik juga meninggalkan kesan tertentu bagi masyarakat muslim di nusantara. Kepandaiannya pun tak pelak disebut-sebut sebagai salah satu peninggalan Sunan Gresik yang manfaatnya dapat dirasakan hingga kini.

Strategi dakwah Sunan Gresik yang dikenal sangat cerdas ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat pada kala itu. Sunan Gresik adalah tokoh yang bukan hanya pintar dari segi keislaman, namun juga dari segi yang lainnya. Kepintaran Sunan Gresik dapat dirasakan dari kepiawaiannya dalam ilmu pertanian, jual-beli, juga pendidikan. 

Sunan Gresik meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat berkat strategi dakwah Sunan Gresik melalui metode-metode yang bertujuan memberdayakan masyarakat. Sunan Gresik melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pengajaran teknik-teknik irigasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui cara pembangunan irigasi sederhana yang dapat diterapkan bagi sektor pertanian. 

Sunan Gresik juga mengajarkan Sholat Istisqo’ kepada para petani yang kekeringan. Sholat ini dilakukan untuk meminta turunnya hujan ke wilayah pertanian. Disamping itu, sikap bijaksana, ramah, lugas dan arifnya sangat disukai masyarakat. Sikap tersebut ia terapkan dalam hal jual-beli. Sunan Gresik mengajari masyarakat mengenai konsep berdagang yang harmonis dan jujur. Oleh karena itu, Sunan Gresik diangkat sebagai kepala pelabuhan dagang Gresik. 

Diriwayatkan, Sunan Gresik juga menerima sebidang tanah dari Raja Majapahit yang berlokasi di desa Gapura. Sebidang tanah itu tidak ia habiskan untuk kepentingan pribadi. Sebidang tanah hasil pemberian Raja Majapahit digunakan Sunan Gresik untuk membangun pondok pesantren. Pondok pesantren itulah yang menjadi pondok pesantren tertua di pulau Jawa saat ini. 

Di dalam pondok pesantren ini, Sunan Gresik membentuk kader keislaman, sehingga ia tidak lagi sendirian dalam berdakwah dan menyebarkan islam. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang merakyat, mengayomi masyarakat kecil dengan kebijaksanaannya. 

Perannya dalam bidang pertanian, pengobatan, maupun perdagangan, perlahan mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar. Berdasarkan hal ini, dapat terbukti Sunan Gresik bermanfaat bagi khazanah Islam di Nusantara.

Sungguh menarik untuk diketahui bahwa peninggalan Sunan Gresik atau yang juga dikenal dengan panggilan Syekh Maulana Ibrahim ini lengkap terdiri dari bangunan, ornament, hingga ilmu yang ia ajarkan kepada masyarakat. Khususnya umat muslim, sudah selayaknya Anda mempelajari dan mengenal lebih dekat tentang sejarah keislaman, sehingga tidak mudah goyah oleh zaman.

Post a Comment for " Menilik 4 Peninggalan Sunan Gresik sebagai Kholifah Islam Nusantara"