Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Karamah Agung Kiai Abdul Hamid Pasuruan

Tipsseo.net - Kiai Haji Abdul Hamid atau dikenal dengan Mbah Hamid merupakan sosok kiai yang agung karena karamah yang didapatkannya. Diceritakan oleh Habib Baqir, beliau pernah menyaksikan bagaimana Karamah Kiai Abdul Hamid saat mengunjungi Mbah Hamid di Pasuruan.

Semasa hidupnya, Mbah Hamid dikenal sebagai merupakan ulama yang mengasuh pondok pesantren salafiyah di Pasuruan. Bernama kecil Abdul Mu’thi, beliau lahir di Lasem, pada 22 November 1914. Mbah Hamid adalah turunan dari KH Abdullah dan ibunya bernama Nyai Raihanah. simak juga tentang Utsman bin Affan

Karamah Agung Kiai Abdul Hamid
Karamah Agung Kiai Abdul Hamid

Khodam Mbah Hamid

Habib Baqir mengunjungi Mbah Hamid saat banyak orang yang sowan kepada beliau untuk meminta doa. Usai Mbah Hamid membacakan doa yang diijazahkan, Habib Baqir merasa bahwa sosok di depannya bukanlah wujud asli dari Mbah Hamid. Di sinilah Karamah Agung Kiai Abdul Hamid mulai nampak.

Saat itu juga, Habib Baqir meyakini bahwa yang di depannya adalah khodam dari Mbah Hamid. Hal inilah yang kemudian membuat Habib Baqir semakin penasaran dan bertekad untuk mencari temoat persembunyian dari Mbah Hamid.

Bersama khodam Mbah Hamid, Habib Baqir dimintanya untuk memegang tangan beliau. Seketika itu, Habib Baqir melihat suasana yang berubah. Beliau merasa berada di area masjid yang amat megah. Masjid itu tak lain adalah Masjidil Haram.

Mbah Hamid mewakilkan keberadaanya di Pasuruan kepada khadamnya sebab beliau ingin bersembunyi. Mbah Hamid adalah kiai yang sudah terkenal, meskipun beliau tidak menginginkan terkenal. Beliau tidak ingin muncul di umum dan berusaha untuk bersembunyi dari kermaian. Hal ini karena Mbah Hamid ingin asyik menyendiri beribadah kepada Allah.

Kejadian yang dialami oleh Habib Baqir ini tidak beliau siarkan kepada khalayak sampai beliau meninggal dunia. Habib Baqir hanya menceritakan Karamah Agung Kiai Abdul Hamid kepada keluarganya, meskipun hanya sedikit.

Titip Salam Kepada Orang Gila

Pada suatu kesempatan, ada seorang tamu yang berasal dari Kendal untuk menemui Mbah Hamid. Orang itu mendapat amanah dari Mbah Hamid untuk menyampaikan salam kepada seseorang yang tinggal di pasar Kendal.

Orang tersebut menurut masyarakat dianggap sebagai orang gila. Hal ini dikarenakan bahwa tingkah lakunya menyerupai orang gila. Selain itu, dalam kesehariannya, ia memakai pakaian compang-camping. Namun, ia tidak pernah mengganggu orang lain.

Tamu itu kebingungan, mengapa Mbah Hamid menitipkan salam kepada orang gila. Padahal yang disebut orang gila oleh masyarakat itu sebenarnya adalah wali besar yang menjaga Kendal. Menurut Mbah Hamid, beliaulah yang juga menangkis bencana yang ada di Kendal.

Setelah si tamu pulang ke Kendal, ia segera menyampaikan salam dari Mbah Hamid. Saat si tamu menyampaikan bahwa orang yang dianggap gila itu mendapat salam dari Mbah Hamid, beliau pun kaget. Inilah bukti dari Karamah Agung Kiai Abdul Hamid yang di luar nalar.

Menurut beliau, yang ternyata adalah Shohibul Wilayah Kendal, beliau mengungkapkan kekesalannya kepada Mbah Hamid. Dalam hal ini Mbah Hamid telah membocorkan keberadaan sang wali besar.

Sang wali merasa bahwa keberadaanya telah diketahui oleh manusia lainnya. Padahal beliau ingin bersembunyi dari manusia. Hal ini dilakukan agar beliau lebih dekat dengan Allah. Saat itu juga, ia mengatakan bahwa tak sanggup lagi hiduo di dunia. Tak lama setelah itu, sang wali merapalkan doa dan mengucapkan tahlil. Saat itu pula, wali itu meninggal dunia.

Demikianlah karamah Mbah Hamid yang diceritakan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Mbah Hamid memiliki peringainya yang baik, sehingga mencerminkan sosok pemimpin yang luar biasa. Sehingga, tak heran meskipun beliau sudah meninggal, kisahnya masih sering diceritakan.

Oleh karena itu, banyak umat muslim yang tetap mengharapkan Karamah Agung Kiai Abdul Hamid meskipun sudah meninggal. Makam Mbah Hamid banyak dikunjungi oleh umat muslim untuk melakukan ziarah.

Ziarah ke Makam Kiai Abdul Hamid Pasuruan

Sebagai ulama, Mbah Hamid dikenal sebagai pribadi yang lembut serta rendah hati. Mbah Hamid telah tutup usia dalam umur tahun. Ia dikebumikan di komplek pemakaman di Psuruan. Sekaligus makam Mbah Hamid dijadikan sebagai situs wisata religius. Adapun tujuan untuk ke sana adalah berziarah ke makam Mbah Hamid.

Dekat Masjid Agung Al-Anwar dan Alun-Alun Pasuruan

Apabila umat muslim ingin berziarah ke makam Mbah Hamid, letaknya sangat strategis. Makamnya berada di pusat Kota Pasuruan. tepatnya di belakang Masjid Agung Al-Anwar, berseberangan dengan Alun-Alun Pasuruan.

Selain makam Mbah Hamid, di area pemakaman tersebut juga ada makam ulama besar sekitar 25 makam. Seperti halnya makam Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf. Selain itu juga terdapat makam Bupati Pasuruan terdahulu beserta keluarga ulama lainnya.

Letak yang strategis ini, menjadikan ladang rezeki bagi masyarakat sekitar dengan membuka bermacam-macam toko. Itulah bukti Karamah Agung Kiai Abdul Hamid setelah belaiu meninggal.

Pengunjung dari Berbagai Daerah

Meskipun letak makamnya berada di Pasuruan, banyak orang-orang muslim yang di luar Jawa Timur yang berkunjung ke makam Mbah Hamid. Banyak peziarah yang datang secara berombongan dengan mengendarai bus.

Seorang juru kunci makam menyebutkan, bahwa terdapat ribuan orang yang datang untuk berziarah ke makam Mbah Hamid. Pengunjung akan semakin melonjak drastis pada saat hari-hari tertentu. Misalnya pada malam Jumat, malam Sabtu, dan malam Minggu, para peziarah berjumlah ribuan memadati komplek pemakaman sampai pagi hari.

Peziarah Laki-Laki dan Perempuan Dibedakan

Berbeda dengan tempat pemakaman para wali maupun ulama lainnya, para peziarah di komplek pemakaman Mbah Hamid diperlakukan berdasarkan jenis kelaminnya. Bagi peziarah perempuan tidak diperkenankan beraada di dalam rumah utama. Mereka dapat berziarah dari balik jendela yang dibatasi dengan jeruji besi.

Sedangkan, untuk rumah utama tempat makam Mbah Hamid dan ulama lainnya, tempat itu dikhusukan untuk peziarah laki-laki. Para peziarah laki-laki akan duduk bersila sambil membaca doa-doa tertentu yang mengharap Karamah Agung Kiai Abdul Hamid

Peziarah Dilarang Memberikan Uang Kepada Juru Kunci

Selain membedakan posisi ziarah bagi laki-laki dan perempuan, hal unik yang ditemui di makam Mbah Hamid. Yakni adalah larangan untuk memberikan uang kepada juru kunci. Jika peziarah ingin bersedekah, mereka akan diarahkan untuk memasukkan uangnya ke dalam kotak amal yang disediakan di berbagai sudut.

Hal ini berbeda dengan juru kunci pemakaman lainnya. Mereka biasanya diberikan uang oleh para peziarah yang datang. Sedangkan, di makam Mbah Hamid, juru kunci telah dibayar oleh pihak yayasan. Dan menurut juru kunci di makam Mbah Hamid, lebih baik uang dari peziarah dijadikan sebagai amal jariyah. simak juga tentang Kiai Jalil Tulungagung

Itulah kisah mengenai Karamah Agung Kiai Abdul Hamid yang luar biasa dan di luar nalar manusia. Demikianlah Allah memberikan petunjuk pada umat manusia, bagaimana kebesaran dari Allah. Yang mana ditunjukkan kepada orang-orang yang dipilih-Nya. Bahkan sampai Mbah Hamid sudah meninggal, keluhuran makamnya masih dijaga oleh Allah.

Post a Comment for "Karamah Agung Kiai Abdul Hamid Pasuruan"