Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Meningkatkan Viewer Konten Anda dengan Strategi SEO YouTube

Cara Meningkatkan Viewer Konten Anda dengan Strategi SEO YouTube. YouTube adalah mesin pencari terbesar kedua di dunia setelah Google. Jadi kira-kira ada 8 dari 10 hasil pencarian video adalah video YouTube. Dan platform ini terus berkembang, dengan 500 jam video diunggah ke YouTube setiap menit. Jadi bagaimana Anda bisa bersaing dan meningkatkan konten video Anda di lautan YouTube ini? Taruhan terbaik Anda adalah memproduksi dan mempublikasikan video hebat. Kemudian mengoptimalkannya untuk pencarian menggunakan praktik terbaik SEO YouTube.

SEO YouTube melibatkan pengoptimalan saluran, daftar putar, metadata, deskripsi, dan video itu sendiri. Anda dapat mengoptimalkan video Anda untuk pencarian baik di dalam maupun di luar YouTube. Komponen utama SEO YouTube adalah memanfaatkan kekuatan teks video Anda dalam bentuk transkrip, teks, dan subtitel. Karena transkrip dan teks ini dibutuhkan oleh Google, yang memiliki kepemilikan atas YouTube untuk membuat video Anda dikenal banyak orang.

Video Anda tidak akan menjadi viral jika Google tidak mengerti tentang apa itu. Dan karena bot mesin pencari tidak dapat menonton video, mereka mengandalkan data teks yang menyertainya untuk mengindeksnya dengan benar. Jadi untuk Anda yang masih awam dengan strategi SEO YouTube, maka baca terus ulasan berikut.

strategi SEO YouTube

Strategi SEO YouTube untuk Meningkatkan Tampilan dan Peringkat Pencarian Video

1.    Kurangi Teks Tidak Berguna dan Tambahkan Teks Penutup yang Akurat

YouTube bisa otomatis mentranskripsikan video Anda. Namun, teks otomatis ini hanya 70% akurat, sehingga membuat teks tidak dapat dipahami dan sering kali memalukan. Sementara itu, Google menghargai hasil pencarian yang bermanfaat dan menghukum spam. Bagian dari definisi spam adalah "omong kosong yang dibuat secara otomatis". Mengupload atau menggunakan teks yang tidak akurat, akan membuat Anda dicap sebagai spam dan kehilangan peringkat pencarian saluran YouTube Anda. Untuk mengatasi efek merugikan ini maka Anda bisa menambahkan teks penutup yang akurat di video YouTube itu.

2.    Tambahkan Transkrip ke Deskripsi Video

Deskripsi video adalah opsi terbaik untuk menampilkan transkrip Anda di YouTube. Bidang deskripsi ini memuat 4.850 karakter termasuk spasi. Itu biasanya cukup untuk memuat transkrip video berdurasi 10 menit. Deskripsi video ini adalah tempat utama bagi mesin telusur untuk merayapi dan mengindeks video Anda. Dan karena transkrip ini kemungkinan besar secara alami dioptimalkan dengan kata kunci untuk topik konten Anda. Maka, ini adalah bahan bakar yang bagus untuk strategi SEO YouTube Anda.

3.    Terjemahkan Transkrip Video Anda dan Tawarkan Subtitle dalam Berbagai Bahasa

Anda bisa membuat konten video yang dapat diakses banyak orang dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun menambahkan teks terjemahan dalam bahasa lain akan memperluas viewer Anda. Manajer Produk YouTube di Google, Brad Ellis, bahkan menekankan permintaan subtitel multibahasa. Ia berkata bahwa ada 80% penayangan di YouTube yang berasal dari luar Amerika Serikat dan banyak yang non-Inggris. Jadi menerjemahkan teks sangat penting dan bisa memperluas perkembangan konten Anda.

4.    Tulis Judul, Deskripsi, dan Tag yang Dioptimalkan Kata Kunci

Strategi SEO YouTube yang tidak kalah penting adalah kata kunci yang Anda pilih. Kata kunci dan frase kata kunci harus sesuai dengan apa pun yang mendeskripsikan video Anda secara akurat. Misalnya, jika Anda mempublikasikan video tentang tutorial makeup. Maka pastikan Anda mengoptimalkan judul, deskripsi, dan tag untuk frasa "tutorial makeup". Selain itu, kata dan frasa di konten Anda juga harus sama dengan apa yang dimasukkan pengguna di mesin telusur. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melakukan penelitian atau menggunakan alat analisis video gratis dari YouTube.

Itulah beberapa strategi SEO YouTube yang terkait dengan teks dan transkrip video. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan untuk SEO YouTube. Seperti mengucapkan kata kunci dalam video, menggunakan thumbnail yang menarik, menggunakan SEO embed, fokus keterlibatan pengguna, dan lain-lain. Jadi masih banyak hal yang perlu dipelajari.